Judul : Gus Yahya Bukan
Cinta Biasa
Pengarang
: Fina Af’idatussofa
Penerbit : Matapena
Jumlah
halaman : x + 195, 11 x 17 cm
Terbit : Januari 2007
Kalau di hitung-hitung,
Gus Yahya kecil memang sudah
habis-habisan dengan segala cara upaya untuk mendekati Zahra. Dari yang
biasa-biasa seperti melakukan kebiasaan Zahra belajar nyeruling sama Yadi di
pematang sawah, sampai yang norak abis, seperti berkirim mawar dan surat cinta
yang ditaruh di teras pesantren puteri. Tidak Cuma itu, yahya juga tak kenal
lelah menyapa Zahra dengan pesan kertasnya yang ditaruh di kursi taman, tempat
Zahra biasa belajar, sepanjang waktu.
Sayangnya, Zahra tetap cuek aja menghadapi gerakan cinta Yahya. Meski tidak
dengan marah-marah, santri baru di pesantren abahnya Yahya itu malah sibuk
dengan tugas-tugas belajarnya di pesantren.
Untungnya cinta Gus Yahya tidak pupus meski harus jatuh bangun untuk
membuat cinta itu bisa dimengerti. Cintanya tidak mengenal istilah habis meski
harus berhadapan dengan pergantian waktu hampir tujuh tahun. Bahkan, sampai tiba
waktunya Zahra untuk keluar dari pesantren, Gus Yahya tetap tersenyum
menyampaikan cintanya. Tentu saja, karena cinta Gus Yahya bukan cinta biasa.
Novel yang bertakjub dengan
nuansa pesantren ini sangat menarik untuk dibaca karena jalan ceritanya yang
tidak begitu rumit dan halaman nya yang tidak terlalu tebal serta tata bahasa
yang digunakan mudah di terima terutama bagi kalangan muda yang hobi membaca
novel sehingga tidak membuat jenuh.
Namun, novel yang
berjumlah lebih dari 195 halama ini akan lebih menarik jika kertas yang
digunakan lebih sedikit berwarna agar seorang pembaca lebih ber antusias untuk
terus membaca. Karena kertas yang digunakan merupakan kertas buram yang katanya
membuat pembacanya ngantuk.

No comments:
Post a Comment